Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya, Katakanlah (Muhammad),
‘Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku,
meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)
(Al-Kahfi:109).
Showing posts with label Masjid An-Nabawi. Show all posts
Showing posts with label Masjid An-Nabawi. Show all posts

Wednesday, 28 August 2013

air matanya tertumpah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram






Dahulunya beliau digeruni tetapi di hadapan Kaabah ini, 
Tyson adalah yang paling mengharapkan keampunan Allah.



sumber dari: utusan.com.my

Wednesday, 31 July 2013

Masjid Nabawi Madina 1907




Masjid Nabawi Madina 1907



sumber dari: makah2008.wordpress.com

Muslims remain silent




Posted Image


The key Islamic heritage site, including Prophet Mohammed’s shrine, is to be bulldozed, as Saudi Arabia plans a $ 6 billion expansion of Medina’s holy Masjid an-Nabawi Mosque. However, Muslims remain silent on the possible destruction.


Work on the Masjid an-Nabawi in Medina, is planned to start as soon as the annual Hajj pilgrimage comes to a close at the end of November.


“After the Hajj this year, in one months’ time, the bulldozers will move in and will start to demolish the last part of Mecca, the grand mosque which is at least 1,000 years old,” Dr. Irfan Alawi of the Islamic Heritage Research Foundation, told RT.


After the reconstruction, the mosque is expected to become the world’s largest building, with a capacity for 1.6 million people.
A

nd while the need to expand does exist as more pilgrims are flocking to holy sites every year, nothing has been said on how the project will affect the surroundings of the mosque, also historic sites.
Concerns are growing that the expansion of Masjid an-Nabawi will come at the price of three of the world’s oldest mosques nearby, which hold the tombs of Prophet Mohammed and two of his closest companions, Abu Bakr and Umar. The expansion project which will cost 25 billion SAR (more than US $6 billion) reportedly requires razing holy sites, as old as the seventh century.



The Saudis insist that colossal expansion of both Mecca and Medina is essential to make a way for the growing numbers of pilgrims. Both Mecca and Medina host 12 million visiting pilgrims each year and this number is expected to increase to 17 million by 2025.


Authorities and hotel developers are working hard to keep pace, however, the expansions have cost the oldest cities their historical surroundings as sky scrapers, luxury hotels and shopping malls are being erected amongst Islamic heritage.


A room in a hotel or apartment in a historic area may cost up to $ 500 per night. And that’s all in or near Mecca, a place where the Prophet Mohammed insisted all Muslims would be equal.


“They just want to make a lot of money from the super-rich elite pilgrims, but for the poor pilgrims it is getting very expensive and they cannot afford it,”
Dr. Irfan Al Alawi said.



sumber dari: muslimvillage.com

Kisah 4 Orang Botak di Masjid Nabawi






Alkisahnya,satu hari, berlaku lah peristiwa melibatkan 4 orang botak yang macho…kisah yang berlaku antara si Bijak,Si hensem,Si baik hati, dan si Macho..(bukan nama sebenar)

Dalam trip umrah bersama Kit-Kat Travel,setibanya rombongan umrah tersebut ke Madinah, keempat-empat sekawan ini pun terus lah mengangkat beg dan bawak masuk dalam hotel dan terus la berjalan menuju ke arah Masjid Nabawi..

Tapi,dalam perjalanan,tiba-tiba timbul satu pertanyaan “betul ke ni jalan pergi ke masjid Nabawi?”
Dengan penuh yakinnya,si bijak menjawab,”Jalan jer,nanti insyaAllah jumpa masjid Nabawi..tadi aku nampak masjid arah ni dalam bas..”


Selepas 15 minit berjalan kaki,akhirnya 4 sekawan ni berjaya jugak la sampai ke masjid nabawi buat kali pertamanya…Alhamdulillah time tu betul2 xlama lepas solat Isya`,so, masjid bukak lagi..Jadi nak dijadikan cerita,keempat2 sekawan ni,si bijak,si macho,si hensem dan si baik hati pun menunaikan solat isya` yang tak ditunaikan lagi..

Lepas solat,seperti yang dirancang,4 orang ni nak pergi menziarah makam Nabi kita,Muhammad SAW..tapi,kali ni,si macho kata dia tak nak ikut dulu..ungkin letih kot,sebab jarak dari tempat 4 sekawan ni solat ke makam nabi dalam 200 meter..jauh jugak tu..




so,waktu si baik hati nak ambik selipar nya kat rak selipar no 312,si hensem pun kata “Si baik hati,waktu nak balik nanti la ambik selipar tu,ada masa lagi”..Si baik hati pun setuju dengan cadangan tu..Si bijak pun ikut juga dengan cadangan tu..

Jadi berjalan la ketiga2 orang ni menuju ke makam nabi..Alhamdulillah,lepas memberi salam kepada nabi Muhammad,saidina abu bakar dan saidina umar,ketiga-tiga orang ni try la masuk rhaudah,diriwayatkan oleh Abu hurairah, Rasulullah bersabda;

“antara rumahku dan mimbarku adalah taman daripada taman-taman syurga..”(shahih bukhari)
memang time tu hampir pukul 1130 malam,ramai nya umat manusia di rhaudah tu memang susah nak digambarkan..Tu tak kira waktu tengah hari..masyaAllah ramai..waktu 1130 malam pun dah tunggu setengah jam nak dapat tempat..Tapi disebabkan azam nak dapatkan berada di salah sebuah taman syurga,akhirnya dapat jugak ketiga2 sahabat ni solat kat situ..

Lepas keluar dari rhaudah,3 budak botak ni cadang nak balik la,sebab keletihan perjalan dari mekah ke madinah yang dekat 6 jam..




Tapi,takdir tuhan,pintu masjid nabawi dah tutup..huhu..tak leh la nak masuk nak ambik selipar..tanya polis yang jaga kat situ,polis tu bgtau guna pintu depan..Jadi dengan keazaman nak ambik selipar,ketiga2 budak botak ni terpaksa la tawaf masjid nabawi ikut jalan luar dengan berkaki ayam..untuk pengetahuan,pintu masjid nabawi tutup beberapa jam lepas solat isya`..

sampai kat pintu depan,pak cik polis kata,tak leh masuk dah..sebab dah tutup..
dengan penuh kesedihan,tiga2 budak ni pun balik la berkaki ayam..

Kesian arab tengok budak msia kaki ayam jer balik hotel..tapi,apa kan daya,dah nasib badan..akhirnya,untuk mengubat hati yang lara,maka, si baik hati dan si hensem pun membeli selipar jepun dengan harga 5 riyal..selipar jepun pun 5 riyal…tinggi betul inflasi kat situ..huhu..xper ah,yang penting ada selipar..

ni lah antara kisah menarik aku waktu umrah,yang mana satu aku dalam watak tu?dirahsiakan..hehe..


sumber dari: hanyagerhana.wordpress.com

Subhannallah.....Masjid Nabawi













sumber dari: arozakabuhasan.wordpress.com

Sosok bercahaya misterius




Sosok bercahaya misterius terekam kamera di Masjid Nabawi


Sebuah video yang merekam khutbah Jum’at pekan lalu di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, ramai diperbincangkan di jejaring sosial, menyoroti tentang sosok misterius bercahaya terekam kamera.

Video ini merekam shalat Jum’at pada 23 Muharram 1433 H, bertepatan pada 7 Desember 2012, dengan khatib Syaikh dr. Abdul Muhsin al-Qasim dan dipublikasikan di Youtube pada 8 Desember.

Pada saat khutbah berlangsung, kamera yang dipasang di Masjid, menangkap sosok yang seluruh wajah dan tubuhnya putih bercahaya, sosok ini terekam pada menit ke-14 dari video khutbah yang berdurasi 23:32. Namun terlihat tidak ada orang di sekitarnya yang menyadari dan memperhatikannya, dan nampaknya tidak ada orang yang sadar bahwa sosok itu mengeluarkan cahaya.

Sumber-sumber laporan Saudi terkait siapa sosok di video ini berbeda-beda, berbagai dugaan terkait sosok ini menyebar. Ada dugaan, kemungkinan cahaya itu disebabkan oleh pantulan sinar matahari. Namun Menurut keterangan, atap masjid dibuat dari marmer sehingga tidak bisa memantulkan cahaya sinar matahari.

Di sisi lain, seorang wakil dari Masjid Nabawi, Syaikh Abdul Wahid al-Khattab, mengatakan kepada para wartawan bahwa tidak ada dari administrasi masjid yang melihat sosok bercahaya itu. Dia menduga bahwa mungkin video ini hanya editan yang disebarkan di jejaring sosial.

Sementara direktur stasiun TV Madinah, Saad Aufi, tidak mengesampingkan dugaan bahwa ini hanya pantulan cahaya dari lensa kamera. Stasiun tersebut melaporkan bahwa kamera yang merekam sosok bercahaya itu sedang diperiksa, dan sebelum memastikan apapun, seorang pakar harus menganalisa video ini.

Sedangkan banyak orang juga percaya bahwa sosok bercahaya yang terekam itu adalah malaikat.

Wallahu A’lam. 



sumber dari: arrahmah.com
































remember mahfuzah




it has been a month i left makkah and madinah.
i don't want to forget any single thing there.
i hope i won't.

remember when u saw Masjid An Nabawi, u felt so amazed because it's so beautiful.
beautifully desinged inside and out.
remember how it is made from beautiful marbles and glass.
remember how u kept told mak Masjid Nabawi is so beautiful.
remember for the first time u felt so close to Nabi Muhammad SAW when your first step in Masjid An Nabawi.


                                                                    Masjid An-Nabawi

remember when u lost in Raudah.
u cried.
but mak, kakngah and kakbaby waited for u at the door.
remember their faces. they worried u, so much.

remember Jabal Uhud.
remember the stories.
remember all these brave men berjihad.
how Saidina Hamzah R.A stood by Nabi Muhammad SAW until the end.
u also should be brave. i know u ni lembik, but try ok.


                                                                      Jabal Uhud

remember when u did ziarah wida'.
u visited makam Nabi Muhammad for the last time, to say good bye.
remember how hard u cried.
remember how u felt u don't want to leave Nabi Muhammad SAW.
remember how u prayed that u can come again visit Nabi Muhammad SAW.

remember ur feeling when u first time in ihram.
remember u always looked outside the bus to see the views from madinah to makkah.
remember how beautiful the mountain.
remember how scared u were when u first wanted to perform umrah.
remember how u keep reading buku panduan umrah, because u afraid u do mistakes.
remember how u really hope that your umrah accepted by Allah.
u should have that feeling everyday, everytime u perform ur solat.
i know u takdela warak sangat, kadang-kadang solat nak cepat je.
but try ok. try ur best =)



remember when u saw Masjid Al-Haram, u think it's so huge.
u never imagine the Masjid is huge as that.
remember the first time u saw kaabah, ur heart beats so fast, but u cannot tell anyone.
u just can't believe it's in front of ur eyes.
and automatically ur heart berzikir.
remember how u felt so fortunate because Allah chose u.
and u felt so embarrassed because all of this while, u not being a true hamba Allah, but still Allah loves u.
u should love Allah as well, with full of ur heart.


                                                                       Kaabah :')

remember when u did tawaf, u can't stop looking at kaabah.
remember kakngah held ur hand, because u r small, the possibility to lost is high.
hehe!
remember the saie, from Bukit Safa to Bukit Marwah.
how u felt tired, but u r lucky because u are young.
remember u saw older people that very passionate to complete their saie.
remember how u looked out for mak during the saie to make sure mak is ok.
Alhamdulillah, everyone is ok.

remember u went to Gua Hira', remember how excited u were bacause hiking is one of ur hobbies.
hehe.
remember the place Nabi Muhammad SAW got his first wahyu.
remember the goat, so cute.
but then, there are a lot of rubbish there.
remember how u felt so disappointed because people throw their rubbish just like that.
hope there are some people who can clean that place.


                                                                            Gua Hira'

remember the taste of air zam-zam.
remember how Allah Almighty can supply air zam-zam for thousands years.
Allahuakbar!

remember the journey to visit kubur ayah.
u cried so hard, others too.
remember how u kept read al-fatihah non-stop.
remember the kubur of ayah.
don't forget to doa ayah always ok.
be a good daughter, ayah must be happy =)


                                                        Allah, pelihara ayah baik-baik :')

remember when u performed solat subuh inside Masjidil Al-Haram.
u cried so hard because it was the time mayat ayah disembahyangkan, at the same place u prayed.
remember how u felt so grateful because there were thousands of people who prayed for ayah.
may Allah rewards ayah for all his good deeds.
amin!

remember how Along make sure we are all safe.
such a good leader.
remember how mak always take care of us, our health.
such a loving mother.
remember how kakngah and kakbaby always held ur hand.
such a caring sister.

                                                 thank u Allah, for these precious people :)

remember mahfuzah.
remember.


sumber dari: fairytalesofme.blogspot.com

Madina al Munawarah







Lewat malam kami tiba di Madinah al Munawarrah. Hotel Dallah betul2 di depan Masjid Nabawi. tak smpi 5 minit jalan da smpi. selama ni tgk gamba Masjid Nabawi dalam gamba ada payung bole kembang kuncup. ha bila da depan mata smpi tak terkata. byk rupanya payung ttau nk tgk mana satu. Rasulullah s.a.w bersadba "Satu kali sembahyang di masjid ku 1000 kali lebih baik dari masjid2 lain kecuali Masjidil Haram".

Masjid Nabawi masjid kedua dibina oleh Rasulullah s.a.w dalam perhijrahan baginda kt Madinah. Masjid yg mula dibina oleh Rasulullah ketika smpi di Madinah ialah Masjid Quba. Rasulullah bersadba "1 sembayang di dalam Masjid Quba maka di beri 1 pahala umrah". ohoi mudahnya lah kan nk dapat pahala.

Tapak rumah Rasulullah s.a.w yg arini menjadi tapak makam baginda berada di dalam masjid nabawi di bawah kubah yg berwarna hijau. antara rumah baginda ke mimbar masjid, itu lah Raudah. Rasulullah s.a.w pernah bersabda "Tempat yang terletak antara mimbarku dgn rumahku merupakan taman di antara taman-taman syurga sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku". Maka disunatkan bersolat sunat dan berdoa banyak2 di sini kerana diyakini doa2 dimakbulkan oleh Allah s.w.t.

dek pembesaran Masjid Nabawi, di sekitar makam baginda juga ada makam sahabat rasulullah Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin al-Khattab. di luar masjid, ada permakaman umum Baqi dimana sini terdapat makam2 sahabat2 dan isteri Rasulullah yang lain antara nya Aisyah.. =)


sumber dari: aishahaleyes.blogspot.com

dawn Al-Madinah Al-Munawwarah









sumber dari: almiskeenah.blogsome.com

with hearts flowing with gratitude…










sumber dari: almiskeenah.blogsome.com

security precaution for the visiting Pakistani President…







sumber dari: almiskeenah.blogsome.com

Masjid Nabawi after tarawikh.







sumber dari: aishahaleyes.blogspot.com

Travelog 3 Masjid (Aqsa, Masjidil Haram & Masjid An-NAbawi)-Part 1




Perjalanan bermula di KLIA pada jam 12.55am waktu Malaysia menaiki pesawat Royal Jordanian dan tiba di Queen Aliaa International Airport pada jam 6.15pagi waktu Jordan (atau jam 12.35pm waktu Malaysia). Urusan di imigresen agak lambat dan selesai pada jam 8.30 pagi. Cuaca di luar airport teramat sejuk dan kami segera menaiki bas menuju ke hotel di bandar Amman untuk meletakkan beg besar kami. Berbekalkan hand luggage yang memuatkan persalinan 2H1M, kami menuju ke sempadan Israel-Jordan untuk memasuki bandar Jericho.

Urusan di sini border jordan mudah tetapi berbeza dengan urusan di border Israel dimana kami terkandas hampir 5jam di imigresen mereka. Sikap diskriminasi dan kebencian mereka kepada pelwat Muslim jelas terpancar dengan cara perbezaan layanan mereka terhadap kami berbanding layanan terhadap rombongan dari Singapura yang cuma mengambil masa setengah jam sahaja. Rata-rata jemaah lelaki kami yang mempunyai nama “Muhamad menghadapi masalah ketika hendak mendapatkan pas. Mengikut wakil gent kami, ini adalah perkara biasa dan Alhamdulillah kami akhirnya dapat juga lepas. Dikhabarkan ada juga rombongan yang tidak dapat lepas sempadan dan terpaksa pulang semula ke Amman.

Seterusnya kami di bawa ke Mount of Temptation untuk makan tengahari. Menariknya, lokasi restoran kami adalah diatas bukit yang mempunyai pemandangan keseluruhan Jericho dan perlu menaiki cable car untuk sampai ke atas. satu pengalaman yang amat menarik.

Di kaki bukit...
Di kaki bukit…

Ramai jemaah yang gayat. Macam gondola di genting
Ramai jemaah yang gayat. Macam gondola di genting

Monastery of Temptation.
Monastery of Temptation.

Usai makan dan mengambil gambar, kami di bawa melawat Makam Nabi Musa yang terletak di tengah-tengah padang pasir tandus. Kami bersembahyang Jamak takhir di masjid ini dan berdoa di depan makam tersebut. Walaubagaimanapun, tidak dapat dipastikan samada Nabi Musa benar-benar meninggal disini atau tidak. Dikhabarkan, makam ini dibina hanya sebagai peringatan.

Di pintu masuk masjid
Di pintu masuk masjid

Makam yang terletak di satu penjuru masjid.
Makam yang terletak di satu penjuru masjid.

Seterusnya destinasi yang ditunggu-tunggu, kami di bawa ke Jerusalem untuk melawat Old City dimana terletaknya Masjid Al-Aqsa dan perancangannya kami akan bersembahyang maghrib dan Isyak di sana. Sebelum sampai ke situ, kami di bawa ke Bukit Zaitun (ala-ala Bukit Permai di KL yang mana kita boleh melihat keseluruhan bandar Jurusalem). Dari jauh kelihatan Kubah Emas masjid Sakrah yang selama ini menjadi simbol bandar suci pertama umat Islam ini. Masjid Al-Aqsa adalah kira-kira 100 meter dari situ. Sangat cantik kubah emas ini dilihat di gambar, di TV mahupun secara langsung dari jauh.

Memang cantik pemandangnya tapi bila ambik gambar tak berapa cantik sebab waktu tu dah gelap. Suhu ketika itu adalah 5 darjah celcius.. Memang sampai ke tulang sejuknya. SEtelah puas bergambar (walaupun tak berapa puas hati) kami pun menuju ke Old City. Dalam perjalanan kami sempat melalui perkuburan Rabiatul Adwiyah, Ahli Sufi wanita terkemuka. Mutawif sempat menceritakan serba sedikit kisah Rabiatul Adawiyah ini dan jemaah mendapat banyak info.

Bawah Sakhra
Di bawah batu tempat nabi Muhamad berpijak ketika hendak naik ke langit. terdapat ruang solat untuk 10 orang.

Dome of Rock @ Sakhra
Dome of Rock pada waktu malam.

Entrance to Dome of Rock mosque
Entrance ke masjid skhra @ Dome of Rock.

Didalam tembok itu terdapat lebih banyak kedai-kedai kecil yang menjual pelbagai benda. Dari situ setelah berjalan kira-kira 10 minit sampai ke sebuah pintu yang dijaga oleh askar Israel.

Saya ditanya”You Muslim?”
Saya jawab “Yes”

Dipandangnya saya atas dan bawah. Setelah diperiksa saya dibenarkan masuk.
Dalam hati, perasan marah bercampur sedih kerana nak masuk kawasan tanah suci pun terpaksa diperiksa oleh askar Yahudi. Namun saya difahamkan, mereka di situ untuk menghalang kemasukkan orang Kristian atau Yahudi ke kawasan suci orang Islam. Pernah terdapat peristiwa pelampau yahudi yang cuba membakar Masjid Aqsa satu ketika dahulu.

Selepas melepasi pemeriksaan itu, saya mula nampak kubah Emas ini yang selalu kita lihat. Untuk pemahaman semua, kubah ini adalah Kubah Sakhrah dan bukan Masjidil Aqsa, namun kawasan Masjidil Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif bermaksud seluruh kawasan termasuk Kubah Sakhrah ini. Kubah ini juga adalah sebuah masjid. Seluruh kawasan ini adalah tanah suci bagi orang Islam.

Kubah ini dibina di atas sebuah batu yang dipercayai menjadi tempat Nabi Muhamad naik ke langit sewaktu peristiwa Israk Mihraj.

Pada tahun kesembilan misi Rasulullah s.a.w., lebih kurang tahun 620 masihi, Nabi Muhammad berjaga pada waktu malam untuk melakukan ibadah di Masjidil Haram, Makkah. Selepas beribadat, baginda tertidur seketika dekat Kaabah.

Malaikat Jibril datang mengejutkan Rasulullah daripada tidur dan membawa baginda ke hujung Masjidil Haram. Menanti mereka ialah sejenis makhluk yang bernama Al Buraq. Rasulullah kemudiannya menaiki Al Buraq yang kemudian membawa baginda ke Masjidil Aqsa diBaitulmuqaddis dalam sekelip mata.
Apabila tiba di Baitulmuqaddis, Rasulullah turun daripada Al Buraq dan bersembahyang dekat sebuah batu. Nabi Ibrahim a.s, Nabi Musa a.s,Nabi Isa a.s dan nabi-nabi yang lain berkumpul bersama dan bersolat bersama-sama baginda.

Nabi Muhammad s.a.w. dipersembahkan semangkuk arak dan semangkuk susu. Rasulullah s.a.w. memilih susu. Malaikat Jibril a.s kemudiannya berkata “Ternyata engkau telah memilih ajaran yang sebenar“. Rasulullah kemudiannya naik ke langit untuk menerima perintah menunaikan solat kepada umat Islam.

Pengalaman Al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi

Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): “Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT.
“Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.”
“Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.”
“Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.”
Bawah Sakhra
Di bawah batu tempat injakan nabi naik ke langit.

Gambar batu terapung dari atas. Gambar courtesy of qhazanah.wordpress.com
Gambar batu terapung dari atas. Gambar courtesy of qhazanah.wordpress.com

Boleh lawati  http://qhazanah.wordpress.com/2009/07/21/benarkah-batu-terapung-dalam-peristiwa-isra-mikraj-di-palestin/ untuk bacaan lanjut mengenai batu terapung ini.

Setelah puas melihat setiap sudut Masjid Sakrah ini kami menuju pula ke Masjilid Aqsa, sebuah masjid yang lama yang sangat didengari oleh kita, namun tak ramai yang tahu rupa bentuk masjid ini. Sedikit preview gambar-gambar yang sempat di snap..

Aqsa  2
Dari depan..

Aqsa 1
Kawasan imam

Depan mimbar
Depan mimbar Salahudin Al Ayubi yang di bina semula kerana telah dimusnahkan.

Entrance ke masjid Aqsa
Entrance Al-Aqsa

Kubah Aqsa
Kubah Aqsa dari dalam

Signage di kaki bukit Old City
Signage di kaki bukit old city @baitulmaqdis

Kami sempat bersembahyang sunat di Masjid Aqsa. Kebetulan ketika kami sampai, baru lepas solat Isyak dan kami merupakan pelawat terakhir yang dibenarkan masuk untuk malam itu sebelum ianya ditutup. Syahdu terasa dihati bila mana kita dapat bersembahyang dengan aman di masjid tersebut dan membayangkan betapa bertuahnya kami dapat sampai di Masjid tersebut. Teringat satu hadis Nabi yang bermaksud lebih kurang  begini ” bersungguh-sungguhlah kamu ke tiga tempat ini iaitu Masjidil Haram, Masjid An-nabawi dan Masjid Haram Al Syarif (Aqsa)”

Mengikut tourist guide kami, jika orang palestin yang berusia 45 tahun ke bawah berhajat untuk bersembahyang di Masjid Al-Aqsa, mereka perlu membayar $20.. Bayangkan betapa sedihnya kami bila mengenangkan betapa susahnya rakyat palestin untuk solat di situ, kami memanjatkan rasa syukur yang teramat sangat kepada Allah dan berdoa agar satu hari semua umat islam dapat datang solat di Masjid ini. Selepas itu, kami pulang dan makan alam di hotel kami. Sepanjang perjalanan hati masih sayu mengenangkan perjuangkan orang islam untuk mengekalkan Masjid Al-Aqsa di bawah penguasaan orang Islam.

To be continue in Part 2…


sumber dari: mummyharis.wordpress.com

Madinah : Masjid Nabawi




Haram? Kenapa pulaknya panggil tempat tuh Haram? Tempat tuh kan masjid, tempat beribadat.

Semasa baru tiba di Madinah, saya sedikit terkejut bila Abang mengatakan, penduduk Madinah memanggil Masjid Nabawi dengan panggilan Haram. Jadi, janganlah terkejut sekiranya anda terdengar perbualan penduduk Madinah yang berkisar tentang Haram. 

Haram (حرام) bermaksud haram atau tegahan (seperti yang kita fahami) dan juga bermaksud suci (حرم) jika disebut dengan tanpa alif.

Tapi, kenapa pulak jadi Haramain? Dua pulak tuh Haramnya.
"Mestilah dua, satu Masjidil Haram (Mekah), satu lagi Masjid Nabawi (Madinah)," jawab Abang sambil tersenyum.

"Ooooo, tapi apa pulak bezanya kalau kita solat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan solat di masjid-masjid yang lain?" tanyaku lagi.

Nabi s.a.w. pernah menyebut "Pahala sembahyang di Masjidku ini adalah seribu kali lebih baik daripada sembahyang di lain-lain masjid kecuali di Masjidil Haram." Riwayat Bukhari dan Muslim.
Solat di Masjidil Haram pula menyamai seratus ribu solat.

"Jadi, rugilah orang yang datang ke Madinah ni dan solat di dalam hotel saja kan Abang?" balasku.
Perkarangan luar Masjid Nabawi
Masjid Nabawi mempunyai pengawal di setiap pintu masuk wanita. Telefon bimbit ( جوال ) berkamera tidak dibenarkan masuk. Saya sudah beberapa kali terkantoi membawa telefon bimbit berkamera dan terpaksa solat di kawasan luar masjid yang tidak berbumbung. Pada awalnya, saya juga musykil dengan peraturan ketat yang dikuatkuasakan. Beberapa kali saya persoalkan di hadapan Abang.

No camera please

"Mak guard buat macam tu, mesti ada sebab. Dia taknak yang perempuan-perempuan nih, ambil gambar sesuka hati barangkali. Kenapa orang perempuan Arab Saudi di sini berniqab?" Abang balas dengan pertanyaan.

Berpusing sekejap kepala mencari sebab berniqab, "Depa takmau  orang laki nampak muka depa la, tapi dalam masjid tuh kan sama-sama perempuan."

"Memanglah sama-sama perempuan. Cuba bayangkan kalau sorang jemaah nih, ambil gambar dalam Haram, dan kebetulan termasuk sekali gambar makcik berniqab nih. Lepas tuh, perempuan nih tunjuk pada suami dia. Kebetulan gambar tuh cantik dan suami yang excited nih pulak share dekat facebook. Rasa-rasanyalah, ada kesan tak kat makcik tuh bila gambar dia tiba-tiba keluar dalam facebook?" Abang memberi penjelasan.

Terdapat pelbagai jenis bangsa yang mengunjungi Haram sepanjang tahun dan semuanya Muslim! Kalau dahulu, semasa saya belajar di Southampton, saya dapat mengenal pelbagai jenis bangsa juga, tetapi kelompok Muslimnya bukanlah seramai ini. Tetapi kali ini saya rasakan berbeza, disebabkan semua yang datang adalah Muslim! Saya akan selalu bertanyakan pada Abang tentang negara asal masyarakat yang bertali arus di Haram.
Makcik Arab Saudi - memakai abaya hitam yang meleret menyapu lantai, shayla/selendang dan niqab, 
Makcik Pakistan dan India dengan style macam kita lihat dalam filem Hindustan,
Makcik Mesir dengan pakaian yang pelbagai,
Makcik Iran dengan kain Cedarnya (rupa seakan-akan kain cadar),
Makcik Iraq dengan contengan di muka, ada juga yang memakai jubah hitam seakan-akan dari Iran,
Makcik Malaysia dan Indonesia dengan kain telekungnya,
Makcik Jordan dan Syria dengan pakaian kot labuhnya dan
yang paling saya sukai adalah Makcik Turki! Kenapa pula Turki? 

Makcik-makcik dari Iran, Arab Saudi dan Pakistan

Makcik Turki, selalunya memakai pakaian berwarna beige, terkenal dengan sifat peramahnya, suka bertegur sapa, pemurah dan mempunyai jati diri yang sangat tinggi! Saya sangat suka! Kenapa? Makcik-makcik Turki nih, saya rasakan sama seperti orang Malaysia kita ni, tak pandai berbahasa Arab. Tetapi saya kagum  dengan keyakinan mereka yang sangat tinggi. Mereka dengan ramahnya menyapa sesiapa sahaja di dalam Haram sambil tersenyum dalam bahasa Turki! Ya, berbahasa Turki. Saya pernah menyaksikan Makcik Iran dan Makcik Turki bersembang dengan sangat ramah. Saya mengagak, seorang cakap bahasa Turki, seorang cakap bahasa Iran. Tapi, dari perbualan mereka, saya dapat mengagak apa yang diperbualkan. 

Tetapi awas! Jika anda nampak sekumpulan makcik-makcik tua Turki sedang berjalan berpimpinan tangan, dinasihatkan anda agar tidak cuba memutuskan/merempuh barisan kumpulan yang sedang berjalan itu. Nampak saja berumur, tetapi makcik-makcik nih kuat! Barangkali sifat prihatin makcik-makcik ini agar tiada kawan mereka tertinggal atau sesat di negara orang menyebabkan mereka tidak sengaja melanggar kita. Mungkinkah disebabkan sikap masyarakat Turki yang sangat prihatin, peramah, pemurah ini menyebabkan kerajaan Turki Uthmaniyyah pernah gah suatu ketika dahulu?

Saya rasa sangat bersyukur kepadaNya kerana mengurniakan saya nikmat untuk pergi ke Haram boleh dikatakan setiap hari  kerana Abang menghadiri kelas di situ selepas Asar dan Maghrib. Namun begitu, disebabkan saya tidak boleh bertutur dalam bahasa Arab, saya hanya dapat memerhatikan keletah manusia di dalam Masjid.

Pada awalnya, Abang mengajar saya membalas sekiranya sesiapa menyapa saya dalam bahasa Arab. "Saya tidak boleh berbahasa Arab" atau dalam bahasa Arabnya " أنا لا أتكلم باللغة العربية ". Terbeliak jugaklah mata makcik Arab di sebelah bila saya membalas begitu. Yelah, cuba bayangkan kalau anda bertanya kepada seseorang, "Can you speak English?" dan orang itu membalas dalam English juga "Sorry, I can't speak English." (But the fact that the person replied to you in English, makes you think that the person is trying to ignore you). Mesti confuse orang yang bertanya.

Selepas ada sedikit peningkatan dalam bahasa Arab, Abang mengajar pula " أتكلم شويّ ". Tetapi, di kala gelabah dan terlupa ajaran tok guru, saya hentam je broken Arabic. Boleh tahan juga bersembang dengan Arab Saudi nih, walaupun saya sekadar mengagak apa yang cuba dibualkan. Mereka boleh tahan peramah walaupun kami tidak pernah bersua sebelum ini. Mereka sangat-sangatlah memberi semangat dan menasihati agar saya menguasai bahasa Arab dan mengambil peluang belajar al-Quran di sini. 

Bagi yang ingin belajar al-Quran, terdapat kelas al-Quran di Masjid Nabawi selepas waktu Asar pada hari biasa. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya mengambil sedikit masa untuk berlegar-legar melihat keadaan di dalam Haram. Berdasarkan apa yang saya perhatikan, semua kelas al-Quran diadakan bagi kelompok yang bertutur dalam bahasa Arab.

Pernah pada suatu hari, saya terjumpa dengan seorang nenek yang sangat tua, berkerusi roda, tetapi semangatnya masyaALlah, sungguh saya kagumi. Walaupun sudah berumur, beliau masih lagi mempunyai kesungguhan menyertai kelompok pembelajaran al-Quran.


Pembelajaran al-Quran di sini bukanlah sekadar belajar membaca seperti di Malaysia, tetapi di sini, setelah belajar cara-cara sebutan dan bacaan yang betul, pelajar dikehendaki menghafal ayat atau surah yang dipelajari itu. Belum cukup lagi, pelajar dikehendaki pula memperdengarkan bacaan (tasmi') kepada tenaga pengajar. Ya ALlah, Engkau permudahkanlah urusan hambaMu ini dalam menimba ilmu di sini. Nenek tua pon masuk kelas al-Quran, adeeeiiih malunya rasa kat nenek tua tuh.

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Ibnu Maajah dan lain-lain menyatakan bahawa Nabi s.a.w. pernah bersabda:
"Sesiapa yang memasuki masjid kami ini untuk belajar satu kebaikan atau mengajarnya adalah umpama mujahid di jalan Allah, dan sesiapa yang masuk dengan tujuan lain adalah umpama orang yang melihat kecantikan barang orang lain".

Ya ALlah, permudahkanlah urusan hamba-hambaMu dalam menuntut ilmu di bumi yang penuh berkat ini, amin.


sumber dari: ninutdearies.blogspot.com